VISI Kami :  Terwujudnya peserta didik yang sholeh, beriman kokoh, beribadah benar, berakhlak mulia, berbadan sehat, berpengetahuan luas, mandiri, dan cinta Al-Qur’an

Artikel | Pasca Hijrah


Atas perintah Allah dan juga karena keadaan kaum muslimin yang tertekan oleh kaum kafir Quraisy, Rasulullah shallahu 'alaihi wassalam pun hijrah ke Madinah. Langkah yang diambil beliau yaitu mempersaudarakan kaum Muhajirin dan Ansar kemudian membangun masjid Nabawi.

Mengapa masjid? Karena semua kegiatan berawal dan berpusat di masjid. Di sana berkumpul hati-hati yang terpaut karena Allah. Tempat beribadah, pusat pendidikan, berdiskusi, mengatur strategi perang sampai akhirnya menaklukkan berbagai negara dan mengantarkan islam pada puncak kejayaannya.

Lalu bagaimana Rasulullah shallahu 'alaihi wassalam membangun masjid sedangkan beliau adalah 'pendatang baru'?

Allah memerintahkan membangun masjid tepat dimana kendaraan beliau berhenti. Dan kendaraan beliau berhenti di atas tanah milik 2 orang yatim dari bani Najjar (Suhail dan Sahl) di bawah asuhan pamannya, Asad bin Zurarah. Kedua yatim tersebut akhirnya mewakafkan tanahnya. Dalam riwayat lain saat hendak mewakafkan tanahnya Rasulullah shallahu 'alaihi wassalam tidak menerima kecuali dengan harga. Mungkin karena tanah tersebut adalah milik yatim yang harus dilindungi. Beliau membeli dengan harga 10 dinar yang dibayarkan oleh Abu Bakar As Shiddiq (wakaf harta).

Seiring bertambahnya kaum muslimin khususnya pasca perang Khaibar, maka masjid Nabawi mengalami perluasan. Abdurrahman bin Auf pun ikut mewakafkan tanahnya yang berada di dekat masjid agar perluasan lebih mudah.

Masya Allah.. Terlihat para sahabat senang berlomba untuk mencuri perhatian Allah dan Rasul-Nya melalui wakaf.

Ketika arena itu terbentang, akankah kita sia-siakan?

 

Salurkan wakaf anda untuk pembangunan masjid dan pesantren Darul Quran Mulia

Wakafku tabungan akhiratku

? 081295072105

 

BSM 0740147001 a.n Wakaf Darul Quran Mulia

BNI 7399979997 a.n Darul Quran Mulia

FOTO GALERI DQM TERBARU