VISI Kami :  Terwujudnya peserta didik yang sholeh, beriman kokoh, beribadah benar, berakhlak mulia, berbadan sehat, berpengetahuan luas, mandiri, dan cinta Al-Qur’an

Optimalisasi Potensi dan Kompetisi ; 2 Alumni SMAIT DQ Berhasil Lulus Seleksi Beasiswa S1 YTB Turki 2019


2 ALumni DQ Lulus Beasiswa YTB Turki 2019

Bogor (1/8/2019) – Para pemenang sejati menyadari dengan baik bahwa mereka lahir untuk sebuah misi besar. Dan mereka meyakini bahwa dalam hidup ini ada hal yang datang dengan sendirinya, namun ada pula hal yang harus diperjuangkan untuk mendapatkannya. Karenanya  jauh sebelum misi besar itu dituntaskan, mereka sudah memulainya secara konstan menuju titik kesempurnaan ; mengumpulkan sebanyak mungkin potensi diri, mengolahnya, dan kemudian mengkristalisasikannya pada momentum yang tepat. Jika suatu ketika sejarah manusia memberi mereka posisi yang terhormat, itu hanyalah - seperti kata Rasulullah saw, "berita gembira yang dipercepat."

Dan itulah yang baru saja rasakan oleh dua alumni Pesantren Terpadu Darul Quran Mulia (DQ) angkatan 2019 usai memperoleh kelulusan dalam Seleksi Beasiswa S1 YTB-Pemerintah Turki. Keduanya adalah Para Penghafal Al-Quran yang sudah menyelesaikan hafalan 30 Juz, yakni Muhammad Isa Ilman Nafian dan Sayyida Nafisa Al-Abida. Masing-masing berhasil diterima di Program Studi Ilahiyat Universitas Firat Kota Elazig  dan Program Studi Islam Universitas Recep Tayyip Erdogan Kota Rize.

Dalam wawancara Humas DQ melalui sambungan telephon bersama Ilman dan Nafisa, Hafizh dan Hafizhah yang telah menyelesaikan hafalan Al-Quran 30 Juz ini mengutarakan motivasi mengikuti seleksi beasiswa YTB Turki, “Saya tertarik ikut beasiswa ini karena saya terpesona dengan pesatnya kemajuan negara ini dari berbagai aspek, dan juga dari sisi sejarah islam Alfatih. Disamping itu juga saya ingin meringankan ekonomi orang tua”, ujar Ilman Putra dari pasangan Bapak kasnadi dan Heny yang bercita-cita menjadi menteri pendidikan Republik Indonesia.

Hal senada juga diutarakan oleh Nafisa, Putri dari pasangan Bapak Arief dan Ibu Citra yang berkeinginan menjadi seorang ahli agama, “Pertama, karena saya memang memiliki ketertarikan untuk belajar di Turki. Kedua, karena salah satu keinginan terbesar saya adalah bisa kuliah dari jalur beasiswa, Ketiga, menambah wawasan”.

Untuk bisa lulus dalam seleksi beasiswa ini sangat tidak mudah, bahkan bisa dibilang klasifikasinya sangat tinggi, perjuangan keduanya dimulai dari mengikuti seleksi internal, lalu mengikuti proses pendaftaran beasiswa secara online berbahasa Inggris serta tes wawancara berbahasa Inggris seperti yang dijelaskan oleh Pembimbing Program Bea Studi lanjut SMA-S1 luar negeri DQ, Dr. Rer. Nat. Catur Sriherwanto.

“Mulai tahun 2019, santri yang berminat harus memperoleh rekomendasi Sekolah melalui seleksi internal DQ dengan memenuhi sejumlah persyaratan, diantaranya ; Nilai rerata rapor semester 1 - 5 di atas 90, rerata nilai (TryOut) UN di atas 70 selain Bahasa Indonesia, ranking 3 besar akademis di kelas, memiliki sertifikat keorganisasian dan piagam juara lomba tingkat regional, nasional, atau internasional terkait bidang kuliah, serta memiliki keterampilan berbahasa Inggris yang lancar dan fasih”, ujar Guru SMAIT DQ bidang Sains yang juga Peneliti Bidang Bioteknologi BPPT itu.

Sosok Peneliti yang keseharian di DQ biasa dipanggil dengan Ustadz Catur itu juga menjelaskan tingkat persaingan pendaftar dalam seleksi tersebut, “Jumlah pelajar Indonesia penerima beasiswa ini memang tidak diketahui jumlahnya, namun melihat pendaftar Indonesia tahun 2016 yang mencapai 7000 orang, diperkirakan pada tahun ini ada sekitar 10.000 lebih pendaftar. Sedangkan yang diterima mungkin sekitar belasan hingga dua puluhan orang saja, sehingga tingkat persaingannya diperkirakan sekitar 1 berbanding 500 orang. Pendaftar Internal DQ sendiri yang berhasil melalui tahap seleksi internal pada tahun 2018 lalu sebanyak 13 orang. “terangnya saat wawancara melalui sambungan telephone.

Lanjutnya, Ustadz Catur berpesan kepada para santri yang berminat mengikuti seleksi beasiswa luar negeri ini agar mempersiapkannya sedini mungkin karena hanya orang-orang terbaiklah yang pantas mendapatkan apresiasi.

“Saya sering mengulang-ulang bahwa studi di luar negeri itu sepuluh kali lebih berat dari studi di DQ. Beasiswa luar negeri adalah penghargaan internasional, apresiasi tingkat dunia, yang sudah sewajarnya diberikan kepada para santri yang menunjukkan prestasinya di tingkat sekolah, regional, maupun nasional. Jangan bermimpi mendapatkan beasiswa tersebut, jika di tingkat sekolah saja sudah minim prestasi. tapi jangan pernah putus asa, karena pemberian terbaik akan Allah berikan kepada mereka yang ikhtiarnya all out dan Allah Bersama orang-orang yang senantiasa berbuat kebaikan”.

Seleksi beasiswa studi YTB atau dalam bahasa Inggrisnya Presidency for Turks Abroad and Related Communities merupakan seleksi pemberian beasiswa yang rutin diadakan setiap tahunnya oleh Pemerintah Turki bekerja sama dengan Lembaga YTB sebagai pemberi dana. Para penerima beasiswa diharapkan menjadi sukarelawan sekaligus jembatan penghubung budaya diantara Warga Negara Turki dengan Warga Negara lain di dunia.

Sejumlah fasilitas akan diberikan kepada penerima beasiswa meliputi ; Penempatan universitas dan jurusan yang sesuai, biaya kuliah, asrama (akomodasi), uang saku bulanan 700 Lira Turki atau sekitar Rp 1,8 juta, asuransi kesehatan, kursus bahasa Turki gratis selama setahun, dan tiket pulang pergi di awal dan di akhir kuliah. Adapun tahapan proses seleksi dimulai dari Tes berkas online, tes tulis potensi akademis numerik, dan wawancara dalam bahasa Inggris.

Disamping itu, saat ini sebanyak 15 orang alumni SMPIT DQ tahun 2019 sudah menjalani tes tulis dan wwancara beasiswa SMA Internasional Imam Hatip Turki pada Bulan Mei lalu, kesemuanya sedang menunggu pengumuman akhir kelulusan. Ditambah 2 orang alumni SMAIT DQ berhasil lolos seleksi berkas beasiswa kuliah di Jepang, dan sudah menjalani tes tulis. Keduanya sedang menunggu pengumuman kelulusan untuk masuk ke tahap tes wawancara.

"You Are What You Think”. Cara kita menjalani hidup ditentukan oleh cara kita memahami hidup. Dan darimana kita mampu memahaminya, semua bermula dari ilmu pengetahuan.

Itulah nampaknya yang dipahami oleh mereka yang berhasil menaklukan negeri sang penakluk maupun mereka yang telah berusaha memperjuangkan dirinya dalam seleksi Beasiswa YTB Turki 2019 bahwa keterbukaan pikiran mereka terhadap ilmu pengetahuan di dunia ini kelak akan mengantarkan mereka menjadi Pemimpin Masa Depan yang Islami, Visioner, dan Berpengetahuan Global.

Humas DQ

SEMANGAT MENGINSPIRASI

FOTO GALERI DQM TERBARU